Lailatul Ijtima’ MWCNU Taman: Dengan Dakwah & Berbagi Meraih Hayatan Thayyibah

Sosial Budaya250 Dilihat
banner 468x60

SIDOARJO — nmpnews, Selasa 15 September 2026. Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti pelaksanaan Lailatul Ijtima’ yang digelar oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Taman, Kabupaten Sidoarjo, dengan dukungan Lembaga Dakwah NU (LDNU) setempat. Acara berlangsung di sebuah masjid megah, dihadiri oleh puluhan jamaah, para pengurus, dan tokoh ulama

banner 336x280

Rangkaian acara diawali dengan penampilan sholawat Al-Banjari sebagai pembuka, dilanjutkan sholat hajat, istighotsah, tahlil bersama, dan ditutup dengan doa.

Di balik spanduk besar masjid tertulis tema utama: “Dengan Dakwah Dan Berbagi Untuk Meraih Hayatan Thayyibah Dunia–Akhirat” — bukan sekadar hiasan, melainkan janji dan arah gerak seluruh elemen MWCNU Taman.

Dalam sambutannya, Ustadz Ismanto, Ketua Ranting NU Citra Harmoni sekaligus mewakili Takmir Masjid Arrayan, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih. Beliau mengungkapkan keistimewaan wilayahnya: “Biasanya satu ranting mencakup tiga masjid dan musholla, namun di sini belum ada masjid maupun musholla milik NU. Maka kehadiran kita semua malam ini sungguh istimewa dan penuh makna.”

Para jamaah tampak menyimak dengan tenang, mengenakan busana rapi dan beragam — ada yang berbatik, berpeci — semuanya hadir dengan niat mempererat persaudaraan, menyamakan pandangan, dan menyusun langkah dakwah ke depan. Suasana masjid yang dihiasi ornamen ukiran kayu bernuansa cokelat keemasan dan lampu gantung bergaya klasik semakin menambah kesakralan momen ini.

‎Selanjutnya, Ustadz Ismail, Ketua LDNU MWCNU Taman, menyampaikan informasi kegiatan Lembaga Tarbiyah dan Ma’arif NU (LTMNU) yang akan datang, bertempat di Kramat Jegu pada 20 Oktober 2026.

Lailatul Ijtima’ bukan sekadar pertemuan biasa,” ujar salah satu pengurus. “Ini adalah malam pertemuan hati, tempat kita saling menguatkan, saling mengingatkan, dan menyatukan tekad agar dakwah NU tetap berjalan lurus, bermanfaat, dan membawa kebahagiaan hidup di dunia maupun di akhirat.”

Ketua MWCNU Taman, Ustadz Achmad Syafii, mengumumkan pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) di Trawas pada 19–20 September 2026. Seluruh pengurus — baik yang baru maupun yang lama — diharapkan turut serta menjadi bagian dari langkah maju organisasi.

Mengakhiri acara, Gus Jazuli Sholeh menyampaikan kajian kitab irsyadul ibad halaman 35. Beliau menekankan perpaduan ikhtiar dan penyerahan diri:

Seng isok nggerakno iku Gusti Allah — kita ini wayange Allah. Nanging aja nganti lali, manungsa diwenehi hak ikhtiyar. Ing ajaran Ahlussunnah, wajib anggone berikhtiyar. Asile piye, kuwi urusane Gusti Allah SWT.”

‎Artinya: Yang berhak mengatur dan menentukan adalah Allah — kita ini bagaikan wayang-Nya. Namun jangan keliru, manusia tetap diberi hak berikhtiar. Dalam ajaran Ahlussunnah, berikhtiyar itu wajib. Adapun hasilnya, diserahkan kepada ketetapan Allah SWT.

‎Acara ditutup dengan doa bersama. Melalui Lailatul Ijtima’ ini, MWCNU Taman menegaskan: kebersamaan adalah kunci. Dakwah tak akan maksimal jika dilakukan sendirian — ia butuh kerja sama, kepedulian, dan keikhlasan berbagi antar sesama. Semangat inilah yang diharapkan melahirkan kehidupan yang baik dan berkah bagi seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Taman dan sekitarnya.

‎red Mukhlis

banner 336x280

Komentar