Sidoarjo, nmpnews.com — Suksesnya pelaksanaan Muktamar PBNU ke-35 di Tambak Beras, Jombang, menyisakan semangat yang membara di kalangan warga Nahdliyin. Estafet kepemimpinan yang telah berjalan diharapkan membawa Nahdlatul Ulama semakin maju, baik secara struktural maupun kultural. Menyikapi momentum tersebut, Pengurus Ranting NU (PRNU) Tawangsari, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, terus memperkuat langkah konsolidasi antar pengurus dan jamaahnya sebagai persiapan menjelang Rapat Kerja (Raker) yang menjadi agenda utama organisasi ke depan.
Sebelum pelaksanaan Raker secaraq resmi, para pengurus menggelar konsolidasi pra-Raker guna membahas dan memantapkan rancangan program kerja untuk periode 2026–2027.
<span;>kegiatan pra raker ini dilaksanakan di Al Hasyimi 2 Tawangsari.
Dalam rapat tersebut <span;>Wakil Rois Syuriyah, H. M. Shodiq, berharap seluruh pengurus dapat hadir lengkap dalam pertemuan ini agar pembahasan dapat berjalan maksimal hingga hari pelaksanaan Raker.
Ketua Ranting NU Tawangsari, Ustadz Kasdi, menjelaskan tujuan pelaksanaan Raker tersebut. “Raker ini difokuskan untuk menyusun program kerja satu tahun ke depan, meskipun masa bakti kepengurusan berlaku hingga tahun 2030. Hal ini agar setiap langkah organisasi dapat dipantau dan dievaluasi secara berkala, sehingga apabila terdapat kendala atau program yang belum berjalan optimal, dapat segera diperbaiki,” ujarnya.
Ustadz Kasdi juga menghimbau agar Muslimat, Fatayat, serta badan otonom lainnya dapat bersinergi erat dengan NU. Tak lupa, ia menyampaikan terima kasih kepada Abah Syaiful yang telah memfasilitasi tempat dan kebutuhan lainnya sehingga pertemuan ini dapat terselenggara dengan baik.
Selanjutnya, Ustadz Syaiful menyampaikan arahan terkait penyusunan program. “Dalam merumuskan usulan dan program kerja, setiap masukan yang muncul hendaknya saling mendukung, bukan saling menjatuhkan, agar usulan tersebut dapat menjadi program yang bener-benar bermanfaat. Apabila kita berkiprah di lingkungan NU, maka kita harus siap memberi dan melengkapi, bukan mencari keuntungan pribadi. Masuklah ke NU dengan niat menjadi santrinya Mbah Hasyim,” pesannya.
<span;>Sementara itu, Ketua Panitia menghimbau agar Raker dapat menjadikan organisasi berjalan secara terpadu dan terencana, tidak berjalan tanpa arah. Kehadiran seluruh pengurus sangat diharapkan agar setiap program yang dibahas dapat tersusun secara maksimal.
Dalam pertemuan tersebut, masing-masing bidang merumuskan rancangan program kerja masa bakti 2026–2027. Selanjutnya, seluruh rumusan tersebut akan dibahas dan ditetapkan dalam Rapat Kerja yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 13 September 2026.







Komentar