Polda Jatim Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi, Kapolda: Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas

Hukum15 Dilihat
banner 468x60

Surabaya –nmpnews Polda Jawa Timur bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi terkait memperkuat terkait Kesiapsiagaan menghadapi tentang Potensi Bencana Hidrometeorologi di sejumlah Wilayah Jawa Timur.

banner 336x280

Langkah tersebut dilakukan melalui Pengecekan Kesiapan personel, Sarana dan Prasarana, serta Penguatan Koordinasi Lintas Instansi guna perihal memastikan Penanganan Bencana dapat dilaksanakan secara Cepat, Tepat, dan Terpadu.

Hal itu ditegaskan oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, S.I.K, M.H saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi di Lapangan Mapolda Jawa Timur, pada Rabu (04/11/2026).

Kapolda Jawa Timur juga menegaskan, bahwa Kesiapsiagaan menghadapi Bencana merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam memberikan Perlindungan dan Pelayanan kepada Masyarakat.

“Kesiapsiagaan ini adalah bentuk kehadiran Negara untuk lebih siap memberikan bantuan, apabila terjadi Bencana Alam di Wilayah Jawa Timur,” ujar Irjen Pol Dekananto Eko Purwono.

Menurut Kapolda Jawa Timur lagi, Kesiapan menghadapi Bencana tidak hanya diukur dari jumlah personel yang Disiagakan, tetapi juga dari Kesiapan Peralatan, Efektivitas Koordinasi, serta Kecepatan Respons ketika Masyarakat membutuhkan Pertolongan.

Oleh karena itu, seluruh Sarana dan Prasarana sangat butuh Pendukung Penanggulangan Bencana perlu dipastikan dalam Kondisi siap Digunakan, serta Disesuaikan dengan Karakteristik Wilayah dan Potensi Bencana yang dihadapi.

Memasuki periode meningkatnya Potensi Bencana Hidrometeorologi, Polda Jawa Timur bersama Pemerintah Daerah dan Instansi terkait untuk Meningkatkan Kewaspadaan terhadap Ancaman Banjir, Tanah Longsor, Angin Kencang, serta berbagai Dampak Cuaca Ekstrem lainnya.

Kapolda Jawa Timur juga menyoroti pentingnya Evaluasi Penanganan Bencana yang telah terjadi, termasuk di Wilayah Kabupaten Lumajang, sebagai Bahan Penguatan Kesiapan Personel, Akses Penyaluran Bantuan, dan dukungan bagi Masyarakat Terdampak.

Selain tentang Kesiapan Operasional, Pemetaan Wilayah Rawan Bencana menjadi perhatian penting, agar Langkah Mitigasi dan Penanganan dapat dilakukan lebih dini.

Bahkan untuk memperkuat Koordinasi tersebut, maka Polda Jawa Timur mendorong pelaksanaan Simulasi Penanganan Pencana melalui Tactical Floor Game (TFG) bersama BPBD dan instansi terkait.

Melalui Simulasi tersebut, diharapkan seluruh Unsur yang terlibat memiliki Kesamaan Pemahaman mengenai Pola Koordinasi, Pembagian Tugas, serta Langkah Penanganan apabila terjadi Situasi Darurat.

Kapolda Jawa Timur menyampaikan, bahwa pihaknya bersama Gubernur Jawa Timur, Pangdam V Brawijaya, dan seluruh Pemangku Kepentingan terkait akan terus Mengevaluasi Kebutuhan Personel maupun tentang Peralatan Pendukung Penanggulangan Bencana.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan Kesiapan seluruh Unsur dalam memberikan terkait Bantuan Kemanusiaan secara Cepat dan Efektif.

“Negara harus Hadir. Kami akan bersama-sama dengan Ibu Gubernur dan Pak Pangdam V Brawijaya untuk Mengevaluasi Kebutuhan tersebut. Karena ini menyangkut Kemanusiaan, tentu harus ada Upaya Percepatan untuk menyiapkan Sarana dan Prasarana yang sesuai dengan Kondisi di Lapangan,” tegas Irjen Pol Dekananto Eko Purwono.

Melalui enguatan Kesiapsiagaan dan Sinergi Lintas Instansi, Polda Jawa Timur berkomitmen mendukung upaya Mitigasi, serta Penanganan Bencana dengan mengutamakan Keselamatan dan Perlindungan Masyarakat.

(Bertus/Red).

banner 336x280

Komentar